1. Properti Warna:
* Warna: Warna dasar lipstik (misalnya merah, pink, oranye, ungu). Hal ini ditentukan oleh pewarna dan pigmen yang digunakan.
* Saturasi (Kroma): Intensitas atau kemurnian warna. Lipstik dengan saturasi tinggi akan terlihat cerah dan tebal, sementara lipstik yang kurang jenuh akan lebih kalem atau tipis.
* Nilai (Kecerahan): Seberapa terang atau gelap warnanya. Lipstik bisa berwarna merah marun tua (bernilai rendah) atau merah muda pastel terang (bernilai tinggi).
* Opasitas: Seberapa banyak warna alami bibir yang tertutup oleh lipstik.
* Buram: Memberikan coverage penuh, menutupi warna alami bibir secara menyeluruh.
* Semi-Buram: Menawarkan cakupan sebagian; beberapa warna bibir alami terlihat jelas.
* Semata-mata: Memberikan cakupan minimal; warna bibir alami sebagian besar terlihat, hanya dengan sedikit warna.
* Hasil Warna: Jumlah warna yang dimasukkan ke bibir dalam satu kali pengaplikasian. Hasil warna yang tinggi berarti warna yang kaya dan mencolok.
2. Tekstur &Properti Aplikasi:
* Krimnya: Betapa lembut dan halusnya lipstik itu. Lipstik yang lebih kental cenderung mudah meluncur.
* Tergelincir: Kemudahan lipstik bergerak melintasi bibir. Slip yang baik memungkinkan pengaplikasian merata tanpa menyeret.
* Seret: Kebalikan dari tergelincir. Lipstik dengan daya tarik yang tinggi terasa seperti menarik atau menarik bibir saat diaplikasikan.
* Lilin: Jumlah lilin yang ada dalam formulasi. Lilin berkontribusi pada struktur dan kekencangan, tetapi bisa terasa berat jika digunakan secara berlebihan.
* Emoliensi: Kemampuan melembutkan dan melembabkan bibir. Emolien seperti minyak dan mentega berkontribusi terhadap sifat ini.
* Seperti balsem: Mirip dengan emolien, namun sering digunakan untuk mendeskripsikan lipstik yang mengutamakan kelembapan dan kenyamanan dibandingkan hasil warna yang intens.
3. Properti Keausan &Performa:
* Tahan Lama/Tahan Lama: Kemampuan lipstik untuk bertahan di bibir dalam waktu lama tanpa perlu diaplikasikan ulang. Hal ini sering dicapai melalui penggunaan polimer dan bahan pembentuk film.
* Resistensi Transfer: Sejauh mana lipstik menolak berpindah ke permukaan lain (misalnya cangkir, pakaian, kulit). Lipstik "anti ciuman" atau "anti noda" dirancang untuk meminimalkan perpindahan.
* Ketahanan Pudar: Seberapa baik warna bertahan seiring waktu tanpa memudar atau kehilangan intensitas.
* Pendarahan/Berbulu: Kecenderungan lipstik berpindah ke garis-garis halus di sekitar bibir. Lip liner dapat membantu mencegah hal ini.
* Noda: Kecenderungan lipstik untuk luntur atau luntur di luar garis bibir.
* Hidrasi: Kemampuan lipstik dalam menjaga kelembapan bibir dan mencegah kekeringan.
* Kenyamanan: Bagaimana rasanya lipstik di bibir sepanjang hari. Lipstik yang nyaman tidak akan terasa kering, kencang, atau berat.
4. Selesai Properti:
* Matte: Hasil akhir yang datar dan non-reflektif tanpa kilap. Seringkali sangat lama dipakai.
* Satin: Hasil akhir semi-matte dengan kilau halus. Lebih nyaman dibandingkan matte, tetapi tidak tahan lama.
* Krim: Hasil akhir yang halus dan sedikit mengkilap. Umumnya nyaman dan menghidrasi.
* Mengkilap: Hasil akhir berkilau tinggi yang memantulkan cahaya. Seringkali kurang berpigmen dan kurang tahan lama.
* Metalik/Berkilau: Hasil akhir dengan partikel reflektif (mika, glitter) yang menciptakan efek berkilau atau bercahaya.
* Buram: Hasil akhir dengan kilau mutiara atau opalesen.
5. Properti Stabilitas:
* Stabilitas Panas: Seberapa baik lipstik mempertahankan bentuk dan konsistensinya pada suhu tinggi. Lipstik bisa meleleh atau melunak dalam kondisi panas.
* Stabilitas Dingin: Seberapa baik lipstik mempertahankan tekstur dan performanya dalam suhu dingin. Beberapa formulasi bisa menjadi terlalu keras atau rapuh saat dingin.
* Stabilitas Warna: Bagaimana warnanya tidak memudar atau berubah seiring waktu dan paparan cahaya atau udara.
* Stabilitas Fase: Ketahanan lipstik terhadap pemisahan menjadi komponen-komponen yang berbeda (misalnya pemisahan minyak dari pigmen).
Sifat-sifat tersebut ditentukan oleh kombinasi spesifik bahan yang digunakan dalam formula lipstik, antara lain:
* Lilin: Memberikan struktur dan kekakuan. (misalnya, lilin lebah, lilin karnauba, lilin candelilla)
* Minyak: Berkontribusi pada emolien dan slip. (misalnya, minyak jarak, minyak mineral, minyak jojoba)
* Emolian: Melembutkan dan melembabkan bibir. (misalnya, shea butter, mentega kakao, lanolin)
* Pigmen dan Pewarna: Berikan warna.
* Pembentuk Film: Meningkatkan umur panjang dan ketahanan transfer.
* Pengawet: Mencegah pertumbuhan mikroba.
* Antioksidan: Lindungi formula dari oksidasi dan ketengikan.
* Wewangian: Memberikan aroma.
Kombinasi ideal dari properti ini bergantung pada efek, kinerja, dan target konsumen yang diinginkan.