* Peradaban kuno (sekitar 3000 SM): Bukti parfum telah ditemukan di Mesopotamia kuno, Mesir, Peradaban Lembah Indus, dan Siprus. Mereka terutama digunakan dalam ritual agama dan untuk menghormati para dewa. Orang Mesir menggunakan minyak dan salep wangi, dan mereka juga mengembangkan teknik untuk mengekstraksi aroma dari bunga dan tanaman.
* Mesopotamia: Ahli kimia pertama yang direkam di dunia, seorang wanita bernama Tapputi, tinggal di Mesopotamia sekitar 1.200 SM. Dia menggunakan teknik distilasi untuk mengekstraksi wewangian dari bunga, minyak, dan calamus.
* Yunani Kuno dan Roma: Peradaban ini lebih lanjut mengembangkan teknik pembuatan parfum, menggunakannya untuk penggunaan pribadi, ruang publik, dan upacara keagamaan.
* Dunia Islam (sekitar abad ke -8 M): Ahli kimia dan parfum Islam membuat kemajuan yang signifikan dalam distilasi dan memperkenalkan bahan dan teknik baru yang memperluas pilihan parfum. Mereka dikreditkan dengan memperbaiki proses penyulingan, yang mengarah pada penciptaan aroma yang lebih murni dan lebih kuat.
* Eropa (Abad Pertengahan dan Renaissance): Parfum secara bertahap menyebar ke Eropa, terutama setelah Perang Salib. Itu menjadi sangat populer selama Renaissance.
* era modern: Industri parfum modern dimulai pada akhir abad ke -19 dengan sintesis wewangian buatan.
Jadi, parfum tidak "diciptakan" pada tanggal tertentu, tetapi lebih dikembangkan secara bertahap selama ribuan tahun oleh berbagai budaya dan peradaban.