Gejala Umum:
* sakit kepala: Ini adalah salah satu keluhan yang paling sering. Aroma yang kuat dapat memicu sakit kepala, terutama pada orang yang rentan terhadap migrain atau sakit kepala tegang.
* mual: Aroma yang luar biasa dapat mengganggu perut dan menyebabkan perasaan mual.
* pusing: Bahan parfum dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan pusing atau pusing.
* Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan: Senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dalam parfum dapat mengiritasi selaput lendir yang halus pada mata, hidung, dan tenggorokan, yang menyebabkan terbakar, gatal, kemerahan, atau hidung berair.
* Kesulitan bernafas: Pada beberapa individu, terutama mereka yang menderita asma atau alergi, parfum dapat memicu bronkospasme (penyempitan saluran udara), yang mengarah pada mengi, batuk, sesak napas, dan sesak dada.
* Reaksi kulit: Jika parfum bersentuhan langsung dengan kulit (yang kadang -kadang terjadi saat menghirupnya dengan kuat), itu dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi (ruam, gatal, kemerahan, lepuh).
* bersin: Ketika tubuh mencoba mengeluarkan iritasi dari hidung, bersin dapat terjadi.
* Kelelahan: Respons tubuh terhadap iritasi dalam parfum dapat mengering, yang menyebabkan perasaan lelah atau kelesuan.
* Efek kognitif: Beberapa orang melaporkan kesulitan berkonsentrasi, kabut mental, atau masalah memori setelah paparan wewangian yang kuat.
Reaksi yang lebih parah (kurang umum):
* serangan asma: Pada individu yang asma, parfum dapat menjadi pemicu serangan asma yang parah yang membutuhkan intervensi medis.
* Reaksi alergi (anafilaksis): Meskipun jarang, reaksi alergi yang parah terhadap bahan parfum dapat terjadi, menyebabkan gejala seperti pembengkakan wajah, bibir, atau lidah, kesulitan bernapas, dan penurunan tekanan darah. Ini adalah keadaan darurat medis.
* Sensitisasi: Paparan parfum yang berulang, bahkan pada tingkat rendah, kadang -kadang dapat menyebabkan sensitisasi, di mana individu menjadi semakin sensitif terhadap wewangian dari waktu ke waktu, dan gejala menjadi lebih mudah dipicu.
Siapa yang paling berisiko?
* Orang dengan asma: Parfum adalah pemicu asma yang umum.
* Orang dengan alergi atau sensitivitas: Individu dengan alergi terhadap bahan -bahan wewangian spesifik lebih cenderung memiliki reaksi.
* Orang dengan migrain: Aroma yang kuat diketahui pemicu migrain.
* Wanita hamil: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan bahan kimia tertentu dalam wewangian berpotensi mempengaruhi perkembangan janin (meskipun diperlukan lebih banyak penelitian). Secara umum disarankan bagi wanita hamil untuk meminimalkan paparan bahan kimia yang kuat.
* Anak -anak: Saluran udara anak -anak lebih sensitif, membuat mereka berpotensi lebih rentan terhadap efek iritasi parfum.
* People with Multiple Chemical Sensitivity (MCS): Individu dengan MC sangat sensitif terhadap berbagai bahan kimia, termasuk yang ditemukan dalam parfum.
Apa yang harus dilakukan jika Anda menghirup terlalu banyak parfum:
* Dapatkan udara segar: Segera pindah ke daerah dengan udara segar dan berventilasi baik.
* Minum air: Ini dapat membantu menghilangkan iritasi dan menenangkan tenggorokan.
* Bilas mata Anda: Jika mata Anda kesal, bilas dengan air dingin.
* minum obat bebas: Jika Anda sakit kepala, Anda dapat mengambil pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau acetaminophen. Antihistamin dapat membantu dengan gejala alergi seperti hidung berair atau bersin.
* istirahat: Biarkan tubuh Anda pulih.
* mencari perhatian medis: Jika Anda mengalami gejala yang parah seperti kesulitan bernapas, mengi, pembengkakan, atau reaksi alergi yang parah, mencari perhatian medis segera.
Pencegahan:
* Hindari lingkungan yang sangat wangi: Jika Anda tahu Anda peka terhadap parfum, cobalah untuk menghindari situasi di mana Anda akan terpapar.
* Pilih produk bebas wewangian: Pilih produk perawatan pribadi yang bebas pewangi atau tanpa wewangian dan persediaan pembersih.
* Gunakan parfum dengan hemat: Jika Anda memilih untuk memakai parfum, oleskan dengan hemat dan hindari menyemprotkannya langsung pada pakaian Anda.
* Mengkomunikasikan sensitivitas Anda: Jika Anda akan berada dalam situasi di mana Anda mungkin terpapar parfum (mis., Di tempat kerja), beri tahu orang -orang bahwa Anda peka terhadapnya.
Catatan Penting: Jika Anda mengalami reaksi yang sering atau parah terhadap parfum, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli alergi untuk menentukan penyebab yang mendasarinya dan mendiskusikan opsi perawatan potensial.