Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Kosmetik

Apa rantai produksi parfum?

Rantai produksi parfum adalah proses kompleks yang melibatkan berbagai tahap dan keahlian khusus. Inilah gangguan:

1. Sumber &Ekstraksi Bahan:

* Bahan Baku: Di sinilah keajaiban dimulai. Parfum bergantung pada berbagai bahan, baik alami maupun sintetis:

* Bahan alami:

* Bunga: Rose, Jasmine, Tuberose, Lavender, Orange Blossom, dll.

* Tanaman &Herbal: Patchouli, Vetiver, Sandalwood, Cedarwood, Sage, Rosemary, dll.

* rempah -rempah: Kayu manis, cengkeh, kapulaga, merica, dll.

* Resin &balsams: Kemenyan, mur, benzoin, vanilla, labdanum, dll.

* Produk hewani (digunakan secara historis, semakin digantikan oleh sintetis): Ambergris (dari paus sperma), musk (dari rusa musk), civet (dari Civet Cats), Castoreum (dari Beavers). Kekhawatiran etis telah menyebabkan alternatif.

* Bahan sintetis: Senyawa kimia yang dibuat di laboratorium untuk mereplikasi aroma alami, menciptakan wewangian yang unik, atau menawarkan alternatif yang lebih hemat biaya.

* Metode Ekstraksi: Proses mengekstraksi minyak atsiri dan senyawa aromatik dari bahan baku bervariasi tergantung pada bahan:

* Distilasi uap: Digunakan untuk bunga, bumbu, dan hutan. Uap melewati bahan tanaman, membawa senyawa aromatik. Uap kemudian kental, dan minyak dipisahkan dari air.

* Ekstraksi pelarut: Digunakan untuk bunga halus seperti melati dan tuberose, yang dapat rusak oleh panas. Pelarut (seperti heksana atau etanol) mengekstraksi senyawa aromatik, kemudian pelarut diuapkan, meninggalkan "beton" lilin. Beton kemudian diobati dengan alkohol untuk mengekstraksi "absolut."

* ekspresi (penekan dingin): Digunakan untuk buah jeruk. Minyak diperas dari kulit.

* enfleurage: Metode yang lebih tua (kurang umum sekarang) yang menggunakan lemak untuk menyerap aroma bunga. Kelopak ditempatkan pada lapisan lemak murni, yang menyerap aroma dari waktu ke waktu.

2. Penciptaan &Formulasi Parfum:

* Parfum ("hidung"): Seorang individu yang sangat terampil yang menciptakan formula parfum. Mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang aroma dan bagaimana mereka berinteraksi.

* Pengembangan wewangian: Parfum memadukan berbagai bahan baku (minyak atsiri, absolut, molekul sintetis) dalam proporsi yang tepat untuk membuat profil aroma tertentu. Ini melibatkan:

* Catatan Teratas: Aroma awal yang singkat yang Anda cium segera setelah mengoleskan parfum. Mereka biasanya ringan dan segar (jeruk, rempah, buah -buahan ringan).

* Notes Tengah (Catatan Jantung): Inti dari wewangian, muncul setelah nada teratas memudar. Mereka biasanya bunga, pedas, atau buah.

* Catatan dasar: Aroma jangka panjang yang melabuhkan aroma dan memberikan kedalaman. Mereka biasanya berkayu, musky, atau ambery.

* Penuaan/Makerasi: Konsentrat parfum dibiarkan matang (macerate) selama beberapa minggu atau bulan. Ini memungkinkan bahan untuk menyatu dan mengembangkan aroma yang lebih kaya dan lebih harmonis.

3. Produksi &Blending:

* pengenceran: Minyak parfum pekat diencerkan dengan pelarut pembawa, biasanya etanol (alkohol), untuk menciptakan konsentrasi wewangian yang diinginkan. Ini menentukan jenis parfum:

* parfum (Extrait de parfum): Konsentrasi tertinggi (minyak wewangian 20-40%)

* eau de parfum (EDP): Konsentrasi tinggi (minyak wewangian 15-20%)

* Eau de Toilette (EDT): Konsentrasi sedang (minyak wewangian 5-15%)

* eau de cologne (EDC): Konsentrasi rendah (minyak wewangian 2-4%)

* filtrasi: Parfum encer disaring untuk menghilangkan kotoran dan memastikan kejelasan.

* pewarnaan (opsional): Pewarna dapat ditambahkan untuk memberikan warna pada parfum, tetapi ini sering dihindari karena dapat mempengaruhi stabilitas wewangian dari waktu ke waktu.

* Kontrol Kualitas: Parfum jadi diuji untuk memastikan memenuhi standar yang diperlukan untuk aroma, warna, kejelasan, dan stabilitas.

4. Pengemasan &Distribusi:

* Desain &Manufaktur Botol: Botol parfum adalah elemen penting dari identitas merek. Ini bisa menjadi desain sederhana, elegan atau karya yang sangat rumit dan pahatan. Botol biasanya terbuat dari kaca.

* Mengisi &menyegel: Parfum diisi ke dalam botol dan disegel dengan penyemprot atau stopper.

* Pelabelan &tinju: Botol diberi label dengan nama merek, nama parfum, dan informasi lainnya. Mereka kemudian dikemas dalam kotak.

* Distribusi: Parfum didistribusikan ke pengecer, department store, toko parfum khusus, dan pengecer online.

5. Pemasaran &Penjualan:

* Branding &Iklan: Parfum sangat dipasarkan untuk menciptakan gambar yang diinginkan dan menarik bagi audiens target tertentu. Ini termasuk kampanye iklan, dukungan selebriti, dan point-of-sale display.

* Penjualan ritel: Langkah terakhir adalah penjualan parfum kepada konsumen.

pemain kunci dalam industri parfum:

* Rumah wewangian: Perusahaan yang membuat dan menjual senyawa wewangian ke merek parfum (mis., Givaudan, Firminich, IFF).

* Merek Parfum: Perusahaan yang menciptakan dan memasarkan parfum bermerek mereka sendiri (mis., Chanel, Dior, Guerlain, Tom Ford).

* Pengecer: Perusahaan yang menjual parfum kepada konsumen (mis., Department store, toko parfum khusus, pengecer online).

Pertimbangan Penting:

* Keberlanjutan: Ada fokus yang berkembang pada sumber bahan yang berkelanjutan, metode ekstraksi ramah lingkungan, dan kemasan ramah lingkungan.

* Peraturan: Industri parfum tunduk pada peraturan mengenai keamanan bahan dan persyaratan pelabelan.

* tren: Tren wewangian berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh mode, budaya, dan preferensi konsumen.

Rantai produksi parfum adalah proses yang kompleks dan menarik yang menggabungkan seni, sains, dan perdagangan. Dari budidaya yang cermat dan ekstraksi bahan baku hingga campuran aroma yang terampil oleh parfum dan kemasan elegan dari produk akhir, setiap langkah berkontribusi pada penciptaan wewangian yang unik dan menggugah.