Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Kosmetik

Bisakah Anda mengoleskan cuka sari apel di wajah?

Ya, Anda dapat mengoleskan cuka sari apel (ACV) ke wajah Anda, tetapi sangat penting untuk melakukannya dengan hati -hati dan pengenceran yang tepat. ACV murni bisa sangat keras dan menyebabkan luka bakar, iritasi, dan bahkan kerusakan kulit permanen.

Berikut ini rincian pertimbangan dan cara menggunakannya dengan aman:

manfaat potensial (bila diencerkan dengan benar):

* Pengelupasan: ACV mengandung asam hidroksi alfa (AHA), seperti asam malat, yang dapat membantu mengelupas kulit dengan lembut, menghilangkan sel -sel kulit mati dan mengungkapkan kulit yang lebih cerah.

* Perawatan Jerawat: Sifat antibakteri dan antijamurnya dapat membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat dan peradangan.

* keseimbangan pH: ACV bersifat asam, dan beberapa percaya itu dapat membantu menyeimbangkan pH kulit, yang dapat meningkatkan penghalang kulit dan mengurangi sifat manis mulut.

* Fade Dark Spots: Properti pengelupasan kulit dapat membantu memudar hiperpigmentasi (bintik -bintik gelap) dari waktu ke waktu.

* meminimalkan pori -pori: Ini mungkin mengencangkan penampilan pori -pori.

Risiko menggunakan ACV yang tidak diencerkan atau tidak diencerkan:

* terbakar: Ini adalah risiko terbesar. ACV murni sangat asam dan dapat menyebabkan luka bakar kimiawi pada kulit.

* iritasi dan kemerahan: Bahkan jika itu tidak terbakar, itu dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan kekeringan yang signifikan.

* Kekeringan dan Peeling: Keasaman dapat melucuti kulit minyak alami, yang menyebabkan kekeringan dan mengelupas.

* Hiperpigmentasi: Ironisnya, menggunakan ACV secara tidak benar dapat * menyebabkan * hiperpigmentasi dalam beberapa kasus, terutama jika Anda memiliki kulit yang lebih gelap.

* Memburuk Kondisi Kulit yang Ada: Ini dapat memperburuk eksim, rosacea, dan kondisi kulit lainnya.

Cara menggunakan ACV dengan aman di wajah Anda:

1. Pengenceran adalah kunci: Selalu encerkan ACV dengan air sebelum mengoleskannya ke wajah Anda. Titik awal yang umum adalah rasio 1 bagian ACV hingga 10 bagian air (1:10). Anda secara bertahap dapat meningkatkan konsentrasi jika kulit Anda menoleransi dengan baik, tetapi tidak pernah melampaui rasio 1:1.

2. Pilih ACV yang tepat: Gunakan cuka sari apel mentah dan tanpa filter dengan "ibu" (sedimen berawan di bagian bawah). Ini diyakini mengandung enzim dan bakteri yang bermanfaat.

3. Tes patch: Sebelum menerapkannya di seluruh wajah Anda, lakukan tes tambalan pada area kecil yang tidak mencolok seperti lengan dalam Anda atau di belakang telinga Anda. Tunggu 24-48 jam untuk melihat apakah ada iritasi yang terjadi.

4. Aplikasi: Setelah pengenceran dan uji tambalan yang berhasil, rendam bola kapas atau bantalan dalam larutan ACV encer dan oleskan ke wajah Anda, hindari area mata.

5. Waktu paparan terbatas: Biarkan ACV di wajah Anda untuk waktu yang sangat singkat pada awalnya, seperti 5-10 menit. Secara bertahap tingkatkan waktu yang ditoleransi, tetapi jangan melebihi 20 menit.

6. Bilas secara menyeluruh: Bilas wajah Anda secara menyeluruh dengan air hangat setelah aplikasi.

7. melembabkan: Tindak lanjuti dengan pelembab yang lembut dan melembabkan untuk mengisi kembali kelembaban yang hilang.

8. Frekuensi: Mulailah dengan menggunakan ACV sekali atau dua kali seminggu. Anda dapat meningkatkan frekuensi karena kulit Anda mentolerir, tetapi hindari penggunaan sehari -hari.

9. Perlindungan Matahari: ACV dapat membuat kulit Anda lebih sensitif terhadap matahari, jadi kenakan tabir surya setiap hari, bahkan pada hari -hari mendung.

Siapa yang harus menghindari menggunakan ACV di wajah mereka:

* Orang dengan kulit sensitif: Jika Anda memiliki kulit sensitif, ACV mungkin terlalu keras, bahkan ketika diencerkan.

* Orang dengan kondisi kulit: Hindari menggunakan ACV jika Anda memiliki eksim, rosacea, psoriasis, atau kondisi kulit peradangan lainnya tanpa berkonsultasi dengan dokter kulit.

* Orang dengan luka terbuka atau kulit patah: Jangan oleskan ACV untuk membuka luka atau kulit patah.

* Jika Anda mengalami iritasi: Hentikan penggunaan segera jika Anda mengalami kemerahan, pembakaran, gatal, atau iritasi.

Pertimbangan Penting:

* Konsultasikan dengan dokter kulit: Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penggunaan ACV di wajah Anda, atau jika Anda memiliki kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter kulit. Mereka dapat memberikan saran yang dipersonalisasi berdasarkan jenis kulit dan kekhawatiran Anda.

* Perawatan Alternatif: Ada banyak produk perawatan kulit efektif dan lebih lembut lainnya yang tersedia. Pertimbangkan untuk menjelajahi opsi -opsi itu sebelum menggunakan ACV, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif.

* Risiko DIY: Ingatlah bahwa perawatan kulit DIY datang dengan risiko. Apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak bekerja untuk orang lain.

Singkatnya, sementara ACV * dapat * digunakan pada wajah, membutuhkan kehati -hatian yang ekstrim, pengenceran yang tepat, dan pemantauan yang cermat terhadap reaksi kulit Anda. Jika Anda tidak yakin, selalu yang terbaik untuk melakukan kesalahan di sisi kehati -hatian dan berkonsultasi dengan dokter kulit.