1. Cuci:
* Gunakan deterjen yang lembut: Hindari deterjen yang keras dengan bahan kimia, pewarna, dan parfum yang kuat. Pilih deterjen yang ringan dan bebas wewangian yang dirancang khusus untuk kulit sensitif atau kain halus. Deterjen atau deterjen bayi berlabel "untuk dihapus" adalah pilihan yang baik.
* Hindari kelebihan mesin: Kepadatan mesin cuci mencegah flanel membilas secara menyeluruh, yang mengarah ke penumpukan dan kekakuan deterjen. Cuci beban yang lebih kecil untuk memungkinkan mereka bergerak bebas.
* Gunakan air dingin atau hangat: Air panas dapat memecah serat dan menyebabkan penyusutan dan kekakuan. Air dingin atau hangat lebih lembut di kain.
* lewati pelembut kain: Sementara pelembut kain mungkin tampak seperti ide yang bagus, itu sebenarnya melapisi serat dengan bahan kimia yang mengurangi penyerapan dan meninggalkan residu lilin, membuat flanel terasa kurang lembut dari waktu ke waktu.
* Pertimbangkan untuk menggunakan cuka (sesekali): Sebagai alternatif alami untuk pelembut kain, tambahkan 1/2 cangkir cuka putih ke siklus bilas. Cuka membantu menghilangkan residu deterjen dan melembutkan serat. Jangan menggunakannya dengan setiap cuci, karena bisa sedikit keras pada beberapa bahan.
* pra-kawan sebelum dicuci: Untuk kelembutan ekstra, pra-santai flanel Anda dalam air dingin dengan satu sendok makan soda kue selama sekitar 30 menit sebelum dicuci.
2. Pengeringan:
* Tumble kering dengan api kecil (atau tidak ada panas): Panas tinggi adalah penyebab utama dalam menyebabkan flanel menjadi kaku dan gatal. Tumble kering pada pengaturan panas serendah mungkin, atau bahkan lebih baik, gunakan pengaturan "kering udara" atau "halus".
* Jangan terlalu kering: Kerajinan berlebih mengeringkan serat, membuatnya rapuh dan kasar. Lepaskan flanel dari pengering saat masih sedikit lembab.
* Gunakan bola pengering (wol atau plastik): Bola pengering membantu memisahkan flanel, memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik dan pengeringan lebih cepat. Bola pengering wol adalah pilihan alami yang juga dapat membantu melembutkan kain.
* garis kering (jika memungkinkan): Mengeringkan udara adalah pilihan yang paling lembut. Jika Anda memiliki ruang, pengeringan garis flanel Anda akan membantu mereka mempertahankan kelembutan mereka. Hindari sinar matahari langsung, yang dapat memudar warna.
* goyangkan: Setelah keluar dari pengering atau di luar telepon, berikan flanel goyang yang baik untuk mengepakkan serat.
3. Penyimpanan:
* Simpan di tempat yang kering dan berventilasi: Hindari menyimpan flanel yang lembab atau apak. Pastikan mereka benar -benar kering sebelum disimpan untuk mencegah jamur.
* lipat atau gulung dengan rapi: Lipat atau bergulir yang tepat dapat membantu mencegah kerutan dan mempertahankan bentuknya.
4. Kiat lain:
* Pilih flanel berkualitas tinggi: Kualitas flanel itu sendiri memainkan peran penting dalam kelembutan dan daya tahannya. Cari flanel yang terbuat dari katun 100% dengan jumlah benang yang lebih tinggi. Kapas Mesir atau kapas Turki sering dikenal karena kelembutannya.
* cuci flanel baru sebelum digunakan: Mencuci flanel baru akan menghilangkan kelebihan pewarna atau bahan kimia yang mungkin ada.
* sering mencuci: Mencuci flanel setelah setiap penggunaan membantu mencegah penumpukan minyak, kotoran, dan bakteri yang dapat berkontribusi pada kekakuan.
* Hindari setrika: Setrika dapat meratakan serat dan membuat flanel terasa kurang lembut. Jika Anda harus menyetrika, gunakan pengaturan rendah dan setrika saat flanel masih sedikit lembab.
* Periksa kekerasan air: Air yang keras dapat menyimpan mineral pada kain, membuatnya terasa kaku. Jika Anda memiliki air yang keras, pertimbangkan untuk menggunakan pelembut air atau menambahkan secangkir boraks ke siklus cuci.
* Ganti secara teratur: Seiring waktu, bahkan dengan perawatan terbaik, flanel pada akhirnya akan aus dan kehilangan kelembutan mereka. Ganti mereka ketika mereka mulai merasa kasar atau usang.
Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat menjaga flanel wajah Anda lembut, penyerap, dan lembut di kulit Anda lebih lama.