Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Kosmetik

Bagaimana lipstik berubah seiring waktu?

Lipstik memiliki perjalanan yang menarik dan penuh warna melalui sejarah, berevolusi secara signifikan dalam komposisi, aplikasi, popularitas, dan signifikansi masyarakat. Berikut adalah rincian bagaimana lipstik berubah dari waktu ke waktu:

zaman kuno (pra-1800-an):

* Pigmen Awal (sekitar 3500 SM): Bentuk -bentuk paling awal dari warna bibir melibatkan pigmen alami yang berasal dari batu permata yang dihancurkan (seperti carmine), buah beri, pacar, tanah liat, dan serangga. Ini sering dicampur dengan minyak atau lemak untuk membuat pasta. Wanita Mesopotamia diyakini sebagai yang pertama menggunakan warna bibir.

* Mesir (sekitar 3000 SM): Mesir, termasuk Cleopatra, menggunakan kumbang yang dihancurkan (carmine), oker, dan zat alami lainnya. Lipstik adalah simbol status, menunjukkan kekayaan dan kekuasaan. Namun, beberapa formulasi beracun, mengandung bahan -bahan seperti timbal beracun.

* Yunani Kuno: Pelacur secara hukum diperlukan untuk mengenakan lipstik untuk membedakan diri. Lipstik sering dibuat dari mulberry, pewarna merah, dan keringat domba.

* Kekaisaran Romawi: Lipstik menjadi populer di kalangan pria dan wanita, menandakan status dan kekayaan. Itu biasanya dibuat dari vermillion (merkuri sulfida), yang sangat beracun.

* Abad Pertengahan: Popularitas Lipstik menurun di Eropa, sebagian besar karena pengaruh gereja, yang menghubungkannya dengan sihir dan pergaulan bebas. Namun, beberapa wanita terus menggunakannya secara diam -diam.

* Renaissance: Lipstik mengalami kebangkitan, khususnya di Inggris pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, yang terkenal mengenakan lipstik merah cerah yang terbuat dari lilin lebah dan pewarna merah. Itu dikaitkan dengan aristokrasi dan kedudukan sosial yang tinggi.

1800 -an:

* era Victoria: Penggunaan kosmetik, termasuk lipstik, umumnya disukai, terutama oleh wanita "terhormat". Namun, beberapa wanita diam -diam menggunakan warna bibir buatan sendiri yang terbuat dari bahan -bahan alami seperti kelopak mawar atau buah beri. Menerapkan lipstik dianggap vulgar.

* Produksi Komersial Awal: Pada akhir 1800 -an, lipstik yang diproduksi secara komersial muncul. Mereka sering diwarnai dengan pewarna carmine dan mengandung bahan -bahan seperti lilin lebah dan minyak jarak. Lipstik awal ini dibungkus kertas atau dijual dalam pot kecil.

awal 1900 -an - Era modern dimulai:

* tabung putar (1915): Salah satu inovasi yang paling signifikan adalah penemuan tabung putar logam, yang memungkinkan lipstik untuk dikeluarkan dengan cara yang nyaman dan higienis. Ini membuat lipstik lebih portabel dan lebih mudah diaplikasikan. Maurice Levy dikreditkan dengan menciptakan tabung lipstik modern.

* Popularitas yang berkembang (1920 -an): Lipstik menjadi simbol emansipasi wanita dan budaya "flapper". Nuansa yang cerah dan berani, terutama merah dan merah anggur, modis. Coco Chanel dan ikon mode lainnya mempromosikan lipstik sebagai bagian penting dari penampilan wanita.

* Boom Industri Lipstik: Tahun 1930 -an melihat perluasan yang signifikan dari industri lipstik. Rumus, warna, dan merek baru muncul. Max Factor memainkan peran penting dalam mempopulerkan lipstik di Hollywood.

* Perang Dunia II: Lipstik tetap populer selama perang, dipandang sebagai penguat moral. Lipstik merah, khususnya, dikaitkan dengan patriotisme dan kekuatan wanita. Bahkan ketika bahan lain dijatah, lipstik dianggap penting.

* era pasca-perang (1950-an): Tahun 1950 -an melihat munculnya citra "ibu rumah tangga", dan lipstik menjadi bagian integral dari tampilan feminin yang dipoles. Nuansa merah tebal tetap populer, sering dipasangkan dengan eyeliner mata kucing. Aktris seperti Marilyn Monroe dan Elizabeth Taylor mempopulerkan nuansa dan gaya spesifik.

Akhir abad ke -20 dan seterusnya:

* Bervariasi Gaya (1960-an-1970-an): Tren mode menjadi lebih beragam. Lipstik pucat, telanjang, dan beku populer di tahun 1960 -an, sementara tahun 1970 -an melihat berbagai warna, termasuk telanjang mengkilap, cokelat, dan bahkan warna yang tidak biasa seperti hijau dan ungu.

* 1980 -an: Warna -warna cerah, tebal dan lapisan mengkilap mendominasi tahun 1980 -an. Lipstik sering dipasangkan dengan riasan berat dan rambut besar.

* tahun 1990 -an: Grunge dan gaya minimalis memengaruhi tren lipstik. Matte Browns, plum, dan telanjang populer. Lip liner, seringkali lebih gelap dari lipstik, menjadi tren yang menentukan.

* 2000 -an dan seterusnya: Abad ke-21 telah melihat kebangkitan merah klasik, serta beragam warna, selesai (matte, gloss, satin, logam), dan formulasi (tahan lama, melembabkan, montok). Tren lipstik terus berkembang, dipengaruhi oleh media sosial, dukungan selebriti, dan inovasi industri kecantikan.

* Inovasi dan Teknologi: Kemajuan dalam ilmu kosmetik telah menyebabkan lipstik dengan peningkatan umur panjang, hidrasi, pigmentasi, dan tekstur. Formulasi sekarang termasuk bahan -bahan seperti asam hialuronat, peptida, dan antioksidan.

* Inklusivitas dan Representasi: Ada penekanan yang semakin besar pada inklusivitas dalam industri kecantikan, dengan merek yang menawarkan berbagai nuansa yang lebih luas sesuai dengan warna kulit yang beragam.

Perkembangan dan tren utama:

* Formulasi: Dari bahan -bahan beracun hingga formula yang aman dan canggih dengan bahan -bahan bermanfaat.

* Kemasan: Dari pembungkus kertas dan pot hingga tabung putar, compacts, dan desain yang lebih inovatif.

* rentang warna: Ekspansi bertahap dari pigmen alami terbatas ke spektrum warna yang hampir tak terbatas.

* selesai: Evolusi dari matte dan krim ke gloss, shimmer, metallic, dan banyak lagi.

* umur panjang: Pengembangan formula yang tahan lama dan tahan transfer.

* Signifikansi Sosial: Perjalanan Lipstik dari simbol status dan pemberontakan ke bentuk ekspresi diri yang diterima secara luas.

Evolusi Lipstik mencerminkan perubahan sikap sosial, kemajuan teknologi, dan keinginan abadi untuk meningkatkan penampilan seseorang dan mengekspresikan individualitas. Ini terus menjadi bahan pokok dalam tas rias di seluruh dunia, beradaptasi dengan tren dan teknologi baru sambil tetap menjadi simbol kecantikan dan ekspresi diri yang abadi.