Inilah gangguan:
Minyak parfum:
* Konsentrasi: Konsentrasi minyak wewangian tertinggi, biasanya mulai dari 15-45% (atau bahkan lebih tinggi dalam beberapa kasus).
* umur panjang: Jenis wewangian terlama, seringkali berlangsung 6-12 jam atau lebih , tergantung pada bahannya.
* Sillage: Umumnya lebih dekat ke kulit (lebih sedikit proyeksi) daripada EDT. Ini menciptakan pengalaman aroma yang lebih intim. Anda harus lebih dekat dengan orang tersebut untuk menciumnya.
* Aplikasi: Biasanya diterapkan langsung ke titik pulsa (pergelangan tangan, leher, di belakang telinga) menggunakan rollerball, dropper, atau dengan mengoleskan.
* Konten alkohol: Biasanya bebas alkohol atau memiliki kandungan alkohol yang sangat rendah .
* Pro:
* Tahan lama.
* Sering dianggap lebih "alami" atau "murni" karena lebih sedikit aditif.
* Mungkin kurang mengiritasi kulit sensitif karena tidak adanya alkohol.
* Lebih banyak kontrol atas aplikasi dan intensitas.
* Umumnya lebih hemat biaya dalam jangka panjang karena Anda menggunakan lebih sedikit per aplikasi.
* Kontra:
* Sillage mungkin terlalu halus bagi mereka yang lebih suka proyeksi yang kuat.
* Mungkin terasa sedikit berminyak pada kulit pada awalnya (meskipun menyerap dengan cepat).
* Dapat lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan parfum berbasis alkohol.
Eau de Toilette (EDT):
* Konsentrasi: Konsentrasi minyak wewangian yang lebih rendah, biasanya mulai dari 5-15% .
* umur panjang: Umur panjang sedang, biasanya berlangsung 2-4 jam .
* Sillage: Sillage sedang hingga tinggi. Aroma lebih banyak proyek, membuatnya terlihat oleh orang lain.
* Aplikasi: Biasanya disemprotkan secara bebas ke kulit dan pakaian.
* Konten alkohol: Kandungan alkohol tinggi, yang membantu membubarkan wewangian dan membuatnya dapat disemprotkan.
* Pro:
* Lebih terjangkau daripada minyak parfum karena konsentrasi minyak wewangian yang lebih rendah.
* Lebih ringan dan lebih menyegarkan, sering lebih disukai untuk pakaian siang hari atau cuaca yang lebih hangat.
* Mudah ditemukan dan tersedia.
* Sillage yang baik untuk mereka yang ingin wewangian mereka diperhatikan.
* Kontra:
* Umur panjang yang lebih pendek, membutuhkan penerapan kembali sepanjang hari.
* Alkohol dapat mengering ke kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
* Bisa lebih kuat jika diterapkan berlebihan.
* Alkohol dapat sedikit mengubah profil aroma dibandingkan dengan versi berbasis minyak dari wewangian yang sama.
Ringkasan:
| Fitur | Minyak parfum | Eau de Toilette (EDT) |
| ----------------- | ---------------------------------------------- | --------------------------------------------------- |
| Konsentrasi Minyak | Tinggi (15-45%+) | Rendah (5-15%) |
| Umur panjang | Long (6-12+ jam) | Sedang (2-4 jam) |
| Sillage | Rendah (lebih dekat ke kulit) | Sedang hingga tinggi (lebih banyak proyek) |
| Alkohol | Rendah atau tidak sama sekali | Tinggi |
| Aplikasi | Oleskan atau gulung ke titik pulsa | Semprotkan secara bebas |
| Harga | Bisa lebih mahal di muka, tetapi secara ekonomis jangka panjang | Lebih terjangkau per botol, tetapi membutuhkan penerapan kembali yang lebih sering |
Mana yang lebih baik?
Itu tergantung pada preferensi dan kebutuhan Anda:
* Pilih minyak parfum jika: Anda memprioritaskan umur panjang, menginginkan aroma yang halus dan intim, memiliki kulit sensitif, atau lebih suka bahan alami.
* Pilih Eau de Toilette jika: Anda lebih suka aroma yang lebih ringan dan lebih menyegarkan, menginginkan wewangian yang memproyeksikan dengan baik, atau sesuai anggaran.
Pada akhirnya, yang terbaik adalah mencoba kedua jenis wewangian untuk melihat mana yang Anda sukai dan mana yang paling cocok dengan kimia tubuh Anda. Catatan wewangian yang sama dapat berbau sedikit berbeda dalam bentuk minyak vs EDT.