Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Kosmetik

Krim apa yang bisa digunakan untuk meminimalkan menakut -nakuti?

Oke, mari kita bicara tentang krim yang dapat membantu meminimalkan jaringan parut. Penting untuk dipahami bahwa tidak ada krim yang sepenuhnya dapat menghapus bekas luka, terutama yang lebih tua atau lebih parah. Namun, bahan dan formulasi tertentu dapat secara signifikan meningkatkan penampilan mereka dari waktu ke waktu, membuatnya kurang terlihat.

Bahan -bahan utama yang harus dicari:

* silikon: Ini dianggap sebagai standar emas untuk pengobatan bekas luka oleh banyak dokter kulit. Krim dan gel silikon membantu melembabkan jaringan parut, meratakan bekas luka yang terangkat (hipertrofik dan keloid), mengurangi kemerahan, dan meringankan rasa gatal dan tidak nyaman. Mereka bekerja dengan menciptakan penghalang pelindung yang membantu mengatur produksi dan hidrasi kolagen.

* Contoh:

* Mederma Advanced Scar Gel: Mengandung silikon dan ekstrak bawang.

* Scaraway Silicone Scar Sheet atau Gel: Silikon murni.

* cica-care: Lembar gel silikon.

* Ekstrak Bawang (Allium CEPA): Sering ditemukan dalam kombinasi dengan bahan -bahan lain. Diyakini dapat membantu mengurangi peradangan dan produksi kolagen, yang dapat meningkatkan tekstur dan penampilan bekas luka. Namun, bukti yang mendukung efektivitasnya agak beragam, dan sering digunakan bersama dengan silikon.

* Contoh:

* Mederma Advanced Scar Gel: (Seperti disebutkan di atas)

* ContractUbex: Berisi ekstrak bawang, heparin, dan allantoin.

* Centella asiatica (CICA): Ramuan ini memiliki sifat penyembuhan luka dan anti-inflamasi. Ini dapat membantu merangsang produksi kolagen, meningkatkan hidrasi kulit, dan mengurangi kemerahan. Ini adalah bahan populer di banyak produk perawatan kulit Korea.

* Contoh:

* la Roche-Posay Cicaplast Baume B5: Mengandung Centella asiatica, Panthenol (Vitamin B5), dan Madecassoside.

* purito centella krim pemulihan tanpa wewang: Mengandung ekstrak Centella asiatica.

* Vitamin E: Antioksidan yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan dan meningkatkan penyembuhan. Meskipun pernah direkomendasikan secara luas, beberapa penelitian menyarankan itu mungkin tidak seefektif yang diperkirakan sebelumnya dan, dalam beberapa kasus, bahkan dapat menyebabkan dermatitis kontak. Namun, beberapa orang masih merasa bermanfaat.

* Vitamin C: Antioksidan kuat lain yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dan mencerahkan hiperpigmentasi (gelap) yang terkait dengan bekas luka. Cari bentuk vitamin C yang stabil, seperti asam L-askorbat, magnesium askorbyl fosfat, atau tetrahexyldecyl ascorbate.

* Contoh:

* Banyak serum dan krim vitamin C dapat digunakan, tetapi pilih satu yang sesuai untuk jenis kulit Anda.

* asam hidroksi alfa (AHAS): Seperti asam glikolat dan asam laktat, dapat membantu mengelupas kulit, meningkatkan tekstur, dan memudar perubahan warna. Mereka yang terbaik untuk bekas luka superfisial dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi.

* Contoh:

* Peel asam glikolat (dilakukan oleh seorang profesional)

* Lotion atau krim asam laktat

* retinoid (turunan vitamin A): Seperti retinol atau tretinoin (resep), dapat membantu meningkatkan pergantian sel, merangsang produksi kolagen, dan meningkatkan tekstur kulit. Mereka bisa efektif untuk beberapa jenis bekas luka, tetapi mereka juga bisa menjengkelkan, jadi mulailah perlahan dan gunakan tabir surya dengan rajin. *Gunakan dengan hati -hati dan lebih disukai di bawah bimbingan dokter kulit.*

* Contoh:

* Krim retinol yang dijual bebas

* Resep TRETINININ (Retin-A)

* tabir surya: Ini sangat penting! Paparan sinar matahari dapat menggelapkan bekas luka dan membuatnya lebih terlihat. Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, bahkan pada hari-hari mendung.

Pertimbangan penting saat memilih krim:

* Jenis bekas luka: Berbagai jenis bekas luka merespons lebih baik terhadap perawatan yang berbeda.

* bekas luka hipertrofik: Mengangkat bekas luka yang tetap berada di dalam batas -batas luka asli. Silikon sering kali merupakan perawatan lini pertama yang baik.

* Bekas Luka Keloid: Mengangkat bekas luka yang tumbuh melampaui batas -batas luka asli. Ini lebih sulit diobati dan mungkin memerlukan intervensi profesional seperti suntikan steroid atau terapi laser di samping perawatan topikal.

* bekas luka atrofi: Bekas luka yang tertekan atau diadu (seperti bekas jerawat). Ini sering membutuhkan perawatan yang lebih agresif seperti microneedling, pelapisan ulang laser, atau pengisi.

* Hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH): Penggelapan kulit setelah cedera atau peradangan. Bahan -bahan seperti vitamin C, AHA, dan retinoid dapat membantu.

* usia bekas luka: Bekas luka yang lebih baru umumnya merespons lebih baik terhadap pengobatan daripada bekas luka yang lebih tua. Mulailah perawatan segera setelah luka ditutup.

* Jenis kulit: Jika Anda memiliki kulit sensitif, pilih produk yang bebas pewangi, hypoallergenic, dan non-komedogenik (tidak akan menyumbat pori-pori).

* Konsistensi: Perawatan bekas luka membutuhkan waktu dan kesabaran. Anda perlu menggunakan krim secara konsisten selama beberapa minggu atau bulan untuk melihat hasilnya.

* Saran Profesional: Untuk bekas luka yang lebih parah atau persisten, konsultasikan dengan dokter kulit. Mereka dapat merekomendasikan perawatan resep atau prosedur di kantor yang mungkin lebih efektif.

Cara menggunakan krim bekas luka:

1. Bersihkan area: Cuci bekas luka dan kulit di sekitarnya dengan lembut dengan sabun dan air ringan.

2. Oleskan lapisan tipis: Oleskan lapisan tipis krim ke bekas luka.

3. Pijat dengan lembut: Pijat krim dengan lembut ke dalam bekas luka selama beberapa menit. Ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan memecah kolagen.

4. Ikuti instruksi: Ikuti instruksi spesifik pada label produk.

5. Terapkan tabir surya: Jika bekas luka terpapar pada matahari, oleskan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi.

Catatan Penting:

* Lakukan tes patch: Sebelum mengoleskan krim baru ke area luas kulit Anda, lakukan tes tambalan pada area kecil yang tidak mencolok untuk memeriksa reaksi alergi atau iritasi.

* Hindari memetik atau menggaruk: Memetik atau menggaruk bekas luka dapat memperburuk mereka.

* bersabar: Butuh waktu untuk melihat hasil dari perawatan bekas luka. Bersabarlah dan konsisten dengan rutinitas Anda.

* Kelola ekspektasi: Seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak ada krim yang bisa menghapus bekas luka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penampilannya, membuatnya kurang terlihat.

Kapan melihat dokter kulit:

* Jika bekas luka Anda besar, terangkat, atau menyakitkan.

* Jika Anda khawatir tentang penampilan bekas luka Anda.

* Jika perawatan yang dijual bebas tidak berhasil.

* Jika Anda memiliki bekas luka keloid.

Singkatnya, Produk berbasis silikon umumnya dianggap sebagai pengobatan topikal yang paling efektif untuk banyak jenis bekas luka. Bahan -bahan lain seperti ekstrak bawang, Centella asiatica, vitamin C, AHAS, dan retinoid juga dapat membantu. Pilih krim yang sesuai untuk jenis kulit Anda dan jenis bekas luka yang Anda miliki, dan bersabarlah dan konsisten dengan rutinitas Anda. Jika Anda memiliki masalah, konsultasikan dengan dokter kulit.