* gaun hitam kecil (LBD): Bisa dibilang ciptaannya yang paling ikonik, Chanel mempopulerkan gaun hitam sederhana dan elegan di tahun 1920 -an. Sebelum Chanel, hitam terutama dikaitkan dengan berkabung. LBD -nya serba guna, terjangkau, dan apik, menjadikannya pokok di lemari pakaian wanita.
* setelan chanel: Diperkenalkan pada 1920 -an dan disempurnakan selama beberapa dekade, setelan Chanel, biasanya terbuat dari tweed, terdiri dari jaket tanpa kerah dan rok sederhana. Ini menawarkan kenyamanan, kepraktisan, dan keanggunan abadi, menjadi simbol pakaian profesional yang canggih.
* kain jersey: Chanel mengenali potensi jersey, kain yang sebelumnya digunakan terutama untuk pakaian dalam pria, dan memasukkannya ke dalam desainnya. Kualitasnya yang lembut dan menggantungkan memungkinkan pakaian yang nyaman dan mudah dipakai, selaras dengan visinya untuk membebaskan mode wanita.
* perhiasan kostum: Chanel memperjuangkan gagasan mencampur perhiasan halus dengan perhiasan kostum, membuat aksesori penuh gaya lebih mudah diakses. Dia menciptakan potongan -potongan pernyataan yang berani yang melengkapi desain pakaiannya, menekankan gaya pribadi pada nilai yang melekat.
* Tangan Chanel (2.55): Diperkenalkan pada tahun 1955 (karenanya namanya), tas kulit berlapis ini dengan tas rantai yang direvolusi. Itu memungkinkan wanita untuk membawa tas mereka bebas-genggam, inovasi praktis pada saat itu.
* Parfum Chanel No. 5: Diluncurkan pada tahun 1921, Chanel No. 5 menjadi klasik instan. Desain botolnya yang kompleks, abstrak, dan minimalis mencerminkan estetika modern Chanel, dan keberhasilannya memperkuat status mereknya di dunia kemewahan.
* Gaya Sailor/Breton Stripes: Terinspirasi oleh pakaian pria dan pakaian laut, elemen -elemen Chanel Incorporated seperti Sailor Tops dan Breton bergaris -garis ke dalam koleksinya. Ini lebih lanjut menghancurkan norma pakaian gender tradisional dan menawarkan pilihan yang sporty dan santai untuk wanita.
Desain ini secara kolektif berkontribusi pada ketenaran Coco Chanel oleh:
* Membebaskan mode wanita: Dia menolak korset terbatas dan hiasan rumit yang mendukung pakaian yang nyaman, praktis, dan bergaya.
* Mode Demokratisasi: Dengan menggunakan kain yang lebih murah dan mempromosikan perhiasan kostum, ia membuat fashion lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas.
* Membuat desain abadi: Karya ikoniknya terus relevan dan berpengaruh di dunia mode saat ini.
* Membangun identitas merek yang kuat: Estetika khasnya - minimalis, elegan, dan chic dengan mudah - menjadi identik dengan merek Chanel.