mata: Ini adalah aspek makeup Mesir yang paling ikonik dan terkenal.
* kohl: Bubuk hitam gelap yang terbuat dari galena (timbal sulfida), Malachite, dan bahan -bahan lainnya. Itu digunakan untuk melapisi mata secara dramatis, memperluas garis ke luar menuju kuil. Baik pria dan wanita mengenakan kohl.
* Tujuan:
* Estetika: Untuk membuat mata tampak lebih besar dan lebih berbentuk almond.
* Perlindungan: Percaya untuk melindungi mata dari matahari yang keras, debu, dan infeksi. Itu juga berlalu lalat.
* Simbolisme: Terkait dengan para dewa Horus dan Ra, melambangkan perlindungan dan kekuatan.
* eyeshadow hijau: Terbuat dari Malachite, bijih tembaga hijau. Itu diterapkan pada kelopak mata atas dan kadang -kadang di seluruh mata.
* Tujuan:
* Estetika: Elemen dekoratif, menambah warna dan semangat.
* Simbolisme: Terkait dengan regenerasi dan kesehatan yang baik.
wajah:
* oker merah: Pigmen coklat kemerahan yang berasal dari besi oksida. Digunakan sebagai Rouge di pipi dan bibir.
* Tujuan:
* Estetika: Untuk menambah warna dan cahaya sehat ke wajah.
* bubuk pemutih: Sering dibuat dari kapur atau tanah liat. Digunakan untuk meringankan kulit, meskipun sejauh mana hal ini dipraktikkan diperdebatkan oleh para sejarawan. Beberapa sumber menyarankan itu terutama digunakan untuk menyoroti fitur-fitur spesifik daripada sebagai pemutih wajah penuh.
* Tujuan:
* Estetika: Kulit ringan kadang -kadang dikaitkan dengan kemuliaan dan status yang lebih tinggi.
* Kontras: Untuk menciptakan kontras yang lebih kuat dengan riasan mata gelap.
Bibir:
* oker merah (lagi): Seringkali pigmen merah yang sama digunakan untuk pipi.
* Tujuan:
* Estetika: Untuk menambahkan warna dan definisi ke bibir.
* warna lain: Meskipun kurang umum, bukti menunjukkan bahwa pigmen lain digunakan untuk warna bibir, termasuk yang berasal dari tanaman dan serangga untuk mencapai nuansa merah, oranye, dan ungu. Ini dicampur dengan minyak atau lilin untuk membuat zat seperti lipstik.
Aplikasi dan Alat:
* Riasan diterapkan menggunakan berbagai alat, termasuk:
* mortir dan alu: Untuk menggiling pigmen.
* tongkat gading atau kayu: Untuk menerapkan kohl dan eyeshadow.
* pot dan palet kecil: Untuk menyimpan dan mencampur makeup.
* Cermin: Terbuat dari logam yang dipoles (tembaga atau perunggu).
Pertimbangan Penting:
* Jenis Kelamin: Sementara pria dan wanita mengenakan riasan, mungkin ada perbedaan halus dalam aplikasi atau intensitas.
* Status Sosial: Kualitas dan elaboratenitas makeup akan bervariasi tergantung pada kekayaan dan kedudukan sosial. Royalti dan elit akan memiliki akses ke bahan yang lebih halus dan aplikasi yang lebih terampil.
* masalah kesehatan: Penggunaan timah dalam Kohl menimbulkan risiko kesehatan, tetapi diyakini bahwa orang Mesir mungkin tidak menyadari bahaya ini atau dianggap sebagai manfaat yang dirasakan lebih besar daripada risiko.
Singkatnya, makeup Mesir adalah perpaduan estetika, simbolisme, dan tujuan praktis yang kompleks dan menarik. Riasan mata yang gelap dan dramatis adalah warisan yang paling abadi, tetapi itu hanyalah salah satu bagian dari tradisi penggunaan kosmetik yang lebih luas.