berlian kasar (tidak dipotong/tidak dipoles):
* Penampilan: Sering menyerupai pecahan kaca, kerikil, atau kristal. Mereka bisa transparan, tembus cahaya, atau bahkan buram.
* bentuk: Biasanya tidak teratur, dengan permukaan yang tidak rata, tepi tajam, dan wajah rata (tergantung pada struktur kristal). Bentuk umum termasuk octahedron (delapan sisi), kubus, dodecahedron (dua belas sisi), dan macles (flat, bentuk segitiga).
* Warna: Berlian kasar dapat datang dalam berbagai warna, termasuk warna -warni (jernih), putih, abu -abu, kuning, coklat, hijau, merah muda, biru, dan hitam. Banyak yang memiliki kilau yang kusam, berminyak, atau lilin.
* Tekstur Permukaan: Permukaan mungkin dilapisi dengan "kulit" atau "sembunyikan" yang membosankan dan menyembunyikan potensi kecemerlangan berlian. Kulit ini sering perlu dihilangkan untuk mengungkapkan kualitas sebenarnya permata.
* Inklusi: Berlian kasar sering mengandung inklusi (ketidaksempurnaan internal), yang dapat memengaruhi kejelasan dan nilainya.
potong dan berlian yang dipoles (permata jadi):
* Penampilan: Cemerlang, berkilau, dan sangat reflektif. Mereka menunjukkan api (kilatan warna) dan kilau (kilau).
* bentuk: Potong menjadi berbagai bentuk, dengan potongan brilian bulat menjadi yang paling populer. Bentuk lainnya termasuk Putri (persegi), zamrud (persegi panjang), oval, pir, marquise, jantung, bantal, dan bercahaya.
* Warna: Dinilai pada skala dari tidak berwarna (D) hingga kuning muda atau coklat (Z). Berlian yang tidak berwarna umumnya dianggap paling berharga. Berlian berwarna mewah (mis., Merah muda, biru, hijau) dinilai pada skala yang berbeda dan bisa sangat langka dan berharga.
* kilau: Adamantine (sangat cemerlang, seperti berlian).
* Tekstur Permukaan: Aspek halus, sangat halus yang memungkinkan cahaya masuk, memantulkan, dan membiaskan, menciptakan kecemerlangan dan api.
* Kejelasan: Dinilai pada skala berdasarkan kehadiran dan visibilitas inklusi dan cacat (ketidaksempurnaan permukaan). Berlian tanpa cacat (tidak ada inklusi atau cacat yang terlihat di bawah perbesaran 10x) adalah yang paling langka dan paling berharga.
Faktor kunci yang mempengaruhi penampilan dan nilai:
* 4cs: Potong, warna, kejernihan, dan berat karat adalah faktor utama yang menentukan penampilan dan nilai berlian.
* potong: Mengacu pada proporsi, simetri, dan poles berlian. Berlian yang dipotong dengan baik memaksimalkan kecemerlangan, api, dan kilau.
* Warna: Tidak adanya warna (dalam berlian putih) umumnya lebih disukai.
* Kejelasan: Semakin sedikit inklusi dan cacat, semakin tinggi tingkat kejelasan dan semakin diinginkan berlian.
* karat: Berat berlian, dengan satu karat setara 0,2 gram. Berlian yang lebih besar biasanya lebih berharga.
Ringkasan:
Penampilan berlian sangat bervariasi tergantung pada apakah itu dalam keadaan kasar dan alami atau telah dipotong dan dipoles menjadi permata yang sudah jadi. Berlian kasar bisa terlihat cukup kusam dan biasa -biasa saja, sementara berlian yang dipotong dan dipoles terkenal karena kecemerlangan dan kilau mereka. 4C (potongan, warna, kejelasan, dan karat) adalah faktor kunci yang menentukan penampilan dan nilai berlian jadi.