* putih: Klasik dan populer, sering dengan nada mawar, perak, atau krim.
* Cream/Ivory: Alternatif yang lebih hangat dan lebih lembut dari putih.
* pink/mawar: Ini dapat berkisar dari blush on halus hingga merah muda yang lebih cerah.
* emas/kuning: Sering terlihat di mutiara Laut Selatan, mulai dari emas pucat hingga emas yang dalam dan kaya.
* abu -abu/perak: Pilihan yang canggih dan modern.
* hitam: Mutiara Tahitian terkenal dengan warna gelap dan berwarna -warni, yang dapat mencakup nada hitam, abu -abu, hijau, dan ungu.
* lavender/ungu: Warna yang kurang umum tetapi indah, sering terlihat di mutiara air tawar.
* hijau: Dapat berkisar dari hijau pucat hingga rona yang lebih intens, seperti zamrud.
* biru: Jarang, tetapi dapat terjadi, sering kali dengan nada abu -abu atau perak.
* Brown/Chocolate: Nada yang lebih hangat dan bersahaja.
Warna mutiara dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk:
* Jenis tiram atau moluska: Spesies yang berbeda menghasilkan mutiara dengan warna yang berbeda.
* Lingkungan: Kualitas air, nutrisi, dan suhu semuanya dapat mempengaruhi warna mutiara.
* Warna mantel tiram: Mantel adalah jaringan yang mengeluarkan nacre, zat yang membentuk mutiara.
* Diet: Diet tiram dapat mempengaruhi warna mutiara.
Penting untuk dicatat bahwa beberapa mutiara dicelup atau disuguhi untuk meningkatkan atau mengubah warnanya. Sementara mutiara yang diwarnai adalah mutiara asli, warnanya tidak alami.