1. Pemanenan dan Pembersihan:
* panen: Ini melibatkan mengekstraksi mutiara dengan hati -hati dari moluska, baik yang dikultur atau liar.
* Pembersihan: Langkah pertama adalah pembersihan menyeluruh untuk menghilangkan bahan organik, puing -puing, atau residu yang mungkin melekat pada permukaan mutiara. Ini biasanya dilakukan dengan sabun dan air ringan, kadang -kadang dibantu oleh abrasi lembut.
2. Cuci dan Pra-Perawatan:
* Cuci: Mutiara dicuci secara menyeluruh dan dibilas untuk menghilangkan sisa kotoran atau residu dari proses pembersihan.
* pra-perawatan: Ini mungkin melibatkan perendaman dalam air hangat atau solusi ringan untuk menyiapkan permukaan untuk perawatan lebih lanjut.
3. Pemutih (opsional):
* Tujuan: Pemutih kadang -kadang digunakan untuk meratakan warna mutiara dan meringankan nada suaranya secara keseluruhan. Penting untuk dicatat bahwa ini kontroversial karena dapat melemahkan mutiara dari waktu ke waktu.
* Proses: Mutiara direndam dalam larutan hidrogen peroksida encer, sering di bawah cahaya UV untuk mempercepat proses. Ini harus dilakukan dengan hati -hati untuk menghindari merusak Nacre.
* Pertimbangan: Mutiara berkualitas lebih tinggi jarang membutuhkan pemutihan dan prosesnya harus dilakukan oleh profesional terampil untuk menghindari kerusakan.
4. Polishing:
* Tujuan: Polishing meningkatkan kilau mutiara dan bersinar dengan menghaluskan ketidaksempurnaan permukaan kecil.
* Proses: Mutiara dipoles dengan lembut menggunakan drum berputar atau roda yang dilapisi dengan bahan lembut seperti kulit sutra atau chamois, seringkali dengan penambahan senyawa pemolesan ringan.
5. Waxing/Coating (Opsional):
* Tujuan: Lapisan tipis lilin atau lapisan lain dapat diterapkan untuk meningkatkan kilau mutiara dan melindunginya dari keausan.
* Proses: Mutiara dicelupkan ke dalam larutan lilin hangat atau disemprot dengan sealant. Kelebihan lilin dihilangkan, dan mutiara digosok sampai akhir yang halus.
* Pertimbangan: Seperti pemutihan, waxing bisa kontroversial. Sementara itu meningkatkan penampilan pada awalnya, itu bisa hilang dari waktu ke waktu, membutuhkan penerapan kembali. Beberapa kolektor lebih suka mutiara yang tidak diobati.
6. Penyortiran dan penilaian:
* Tujuan: Setelah perawatan, mutiara diurutkan dan dinilai berdasarkan berbagai faktor, termasuk ukuran, bentuk, warna, kilau, kualitas permukaan, dan ketebalan nacre.
* Proses: Para ahli memeriksa setiap mutiara secara visual dan menetapkan nilai berdasarkan sistem penilaian yang sudah mapan.
7. Pengeboran (jika perlu):
* Tujuan: Mutiara dibor saat harus digantung ke kalung, gelang, atau digunakan dalam perhiasan lain.
* Proses: Peralatan dan teknik pengeboran khusus digunakan untuk membuat lubang yang tepat tanpa memotong atau merusak mutiara.
8. Pencocokan dan Stringing:
* Tujuan: Mutiara dicocokkan dengan cermat untuk ukuran, bentuk, warna, dan kilau saat membuat perhiasan.
* Proses: Senar dilakukan dengan benang atau kawat yang kuat dan tahan lama, dan simpul sering ditempatkan di antara masing -masing mutiara untuk mencegahnya saling menggosok dan untuk mencegah seluruh untai pecah jika satu mutiara pecah.
Pertimbangan Penting:
* mutiara alami vs. berbudaya: Proses perawatan umumnya sama untuk mutiara alami dan kultur.
* Kekhawatiran Etis: Penggunaan perawatan tertentu seperti pemutihan dan pewarnaan menimbulkan kekhawatiran etis mengenai transparansi dan apakah pengobatan mengubah integritas mutiara.
* Keahlian: Banyak dari proses ini membutuhkan keterampilan dan peralatan khusus untuk memastikan mutiara tidak rusak.
Singkatnya, sementara mutiara tidak menjalani proses pemurnian tradisional seperti logam, mereka dibersihkan dengan hati -hati, dirawat, dan dipoles untuk meningkatkan keindahan dan daya tahan alami mereka. Proses -proses ini dirancang untuk mengeluarkan kualitas terbaik dari mutiara tanpa mengurangi integritasnya.