* spesies tiram: Mutiara putih terutama diproduksi oleh tiram Akoya (lebih kecil) dan tiram Laut Selatan (lebih besar). Mutiara hitam hampir secara eksklusif diproduksi oleh Oyster Pinctada MargaritiFera, juga dikenal sebagai Black-Lip Oyster, yang lebih menantang untuk dibudidayakan dan lebih rentan terhadap penyakit.
* Kesulitan Budidaya: Tiram Black-Lip lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan dan penanganan selama proses kultur, yang mengarah pada tingkat keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan dengan tiram yang menghasilkan mutiara putih.
* Lokasi geografis: Mutiara hitam terutama ditemukan di Polinesia Prancis (Tahitian Pearls), Kepulauan Cook, dan bagian Samudra Pasifik. Mutiara putih diproduksi di berbagai lokasi, termasuk Jepang, Cina, Australia, dan Asia Tenggara.
* warna mutiara: Warna mutiara hitam adalah unik untuk spesies tiram yang memproduksinya, memberi mereka kualitas yang unik.
* penawaran dan permintaan: Sementara permintaan untuk kedua jenis mutiara itu signifikan, pasokan mutiara hitam berkualitas tinggi berkontribusi terhadap kelangkaan yang lebih tinggi.
Pertimbangan Penting:
* Kualitas: Kelangkaan mutiara juga sangat tergantung pada kualitasnya (kilau, kesempurnaan permukaan, bentuk, dan ukuran). Mutiara putih berkualitas tinggi bisa lebih jarang dan lebih berharga daripada mutiara hitam berkualitas rendah.
* Jenis mutiara putih spesifik: Jenis -jenis mutiara putih tertentu, seperti mutiara besar yang besar dan sempurna dengan kilau yang luar biasa, juga bisa sangat langka dan berharga.
Singkatnya, sementara baik mutiara putih dan hitam bisa jarang tergantung pada kualitasnya, mutiara hitam umumnya dianggap lebih jarang karena tantangan spesifik yang terkait dengan produksi mereka dan wilayah geografis yang terbatas di mana mereka ditemukan.