Inilah gangguan:
* Perubahan Hormonal: Selama menopause, kadar estrogen menurun secara signifikan. Sementara estrogen berkurang, jumlah relatif androgen (hormon pria seperti testosteron) dalam tubuh wanita meningkat. Pergeseran keseimbangan hormonal ini dapat merangsang pertumbuhan rambut wajah, terutama pada dagu, bibir atas, dan rahang.
* Faktor lain: Penting untuk dicatat bahwa pertumbuhan rambut wajah juga dapat disebabkan oleh faktor -faktor lain, termasuk:
* Genetika: Sejarah keluarga memainkan peran penting. Jika ibu Anda atau kerabat wanita lainnya mengalami peningkatan rambut wajah, Anda lebih cenderung mengalaminya.
* Etnisitas: Etnis tertentu lebih rentan terhadap pertumbuhan rambut wajah.
* Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang menyebabkan peningkatan kadar androgen dan rambut wajah.
* Obat -obatan tertentu: Beberapa obat dapat menyebabkan hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebihan).
* Masalah kelenjar adrenal: Kondisi yang mempengaruhi kelenjar adrenal juga dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan hormonal.
* Penuaan: Pergeseran hormon dan perubahan sensitivitas folikel rambut dapat terjadi secara alami dengan penuaan, bahkan terlepas dari menopause.
* Gejala Menopause: Gejala umum menopause meliputi:hot flashes, keringat malam, kekeringan vagina, gangguan tidur, perubahan suasana hati, dan perubahan menstruasi.
Ringkasan: Sementara pertumbuhan rambut wajah dapat terjadi sekitar waktu menopause karena perubahan hormon, itu bukan tanda pasti menopause itu sendiri. Faktor -faktor lain juga bisa bertanggung jawab. Jika Anda khawatir tentang pertumbuhan rambut wajah atau gejala menopause lainnya, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebab yang mendasarinya dan mendiskusikan pilihan perawatan yang tepat.