* Konsistensi: Krim cukur ringan dan lapang, yang membuat lendirnya berbulu tekstur karakteristiknya. Gel cukur lebih padat dan lebih seperti gel. Itu bisa membuat lendirnya lengket, padat, dan kurang "lembut."
* Bahan: Gel cukur sering mengandung bahan yang berbeda dari krim cukur, seperti pelumas dan pelembab yang mungkin tidak bercampur dengan baik dengan bahan -bahan lain dalam lendir (lem, aktivator). Ini dapat mempengaruhi tekstur dan konsistensi lendir.
* Efek pada tekstur: Menggunakan gel cukur kemungkinan akan menghasilkan lendir yang lebih seperti lendir yang melar, sedikit lengket daripada lendir berbulu terang dan lapang.
Singkatnya, gel cukur bukan pengganti yang cocok untuk krim cukur dalam resep lendir berbulu.
Jika Anda ingin membuat lendir berbulu, tetap dengan krim cukur (tipe berbusa, bukan gel).
Jika Anda hanya memiliki gel cukur dan ingin bereksperimen, Anda * dapat * mencoba menggunakan jumlah yang sangat kecil, tetapi bersiaplah untuk hasil yang berpotensi tidak diinginkan dan menyesuaikan bahan -bahan lain yang sesuai. Umumnya lebih baik menggunakan krim cukur yang disarankan untuk hasil terbaik.